• Rabu, 28 September 2022

Kuasa Hukum Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Puskesmas Bungku Bantah Tuduhan Kliennya yang Beredar

- Minggu, 18 September 2022 | 21:33 WIB
Sahlan Samosir, kuasa hukum dari tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas Bungku mengadakan konferensi pers di Rumah Kito Resort Hotel Jambi (Tim Orbid.id)
Sahlan Samosir, kuasa hukum dari tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas Bungku mengadakan konferensi pers di Rumah Kito Resort Hotel Jambi (Tim Orbid.id)

 

Orbid.id - Proses hukum kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari telah dinyatakan P21.

Kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas Bungku ini juga sudah dilimpahkan dari Polda Jambi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tujuh tersangka. Satu diantaranya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr. Elfi Yennie.

Empat tersangka lainnya, yakni Abu Tolib selaku Pelaksana Kegiatan, M. Fauzi  selaku Pelaksana Kegiatan, Delly Himawan selaku Pelaksana Kegiatan dan Adil Ginting selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

Dari tujuh tersangka, hanya lima sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejati Jambi. Sembari menunggu kedua tersangka lainnya masih dalam tahap penyeledikan lebih lanjut, kuasa hukum dari ke tujuh tersangka tersebut, yakni Sahlan Samosir menggelar konferensi pers, Minggu (18/9/2022), bertempat di  Rumah Kito Resort Hotel Jambi.

Tujuan digelarnya konferensi pers ini, untuk menjawab beberapa tuduhan yang dianggap tidak benar dan terlanjur simpang siur di masyarakat, dan ditujukan kepada tujuh tersangka kliennya.

"Hari ini, saya mewakili dari tujuh klien, ada hal-hal yang perlu kami luruskan. Dalam konfres ini atas permintaan teman-teman media semua, sengaja kami lakukan setelah berkas klien kami sudah dinyatakan P21," ujar Sahlan Samosir.

Ia melanjutkan, dari pemberitaan yang beredar selama ini, disebutkan seakan-akan kliennya yang mengatur dan merencanakan korupsi pembangunan gedung Puskesmas di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Padahal tidak benar.

Bahkan dari dugaan kerugian negara yang berkisar Rp 6,3 miliar yang dituduhkan, tak sepeserpun dinikmati kliennya. Sahlan Samosir menyebut dirinya akan membuktikan bahwa tidak ada kerugian negara dengan sebagaimana yang telah dituduhkan.

“Kita mengklarifikasi dari pihak kita bahwa sebenarnya persoalan pembangunan Puskesmas Bungku ini sudah berdiri dan sudah melakukan pelayanan, jadi menurut kita tidak ada persoalan hukum lagi,” kata Sahlan.

Sahlan menilai, sebagaimana telah disampaikan oleh pihak Kepolisian beberapa waktu lalu, dugaan yang dijadikan alat pelelangan dan pelaksanaan pengadaan pembangunan Puskesmas Desa Bungku serta laporan hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Jambi, karena dianggap menyalahgunakan wewenang sebagai PPK dalam proyek tersebut.

“Terkait tuduhan penyidik nanti akan kita ikuti, kita sebagai warga negara yang baik patuh akan hukum, kita akan mengikuti seluruh proses hukum baik di tingkat penyelidikan Kepolisian, Kejaksaan sampai ke Pengadilan, namun kita sebagai kuasa hukum tersangka, kita membantah klien kita tidak melakukan perbuatan itu,” kata Sahlan.

Sementara alat bukti apa saja yang akan digunakan nanti, ia menjawab semua bukti dan saksi akan dihadirkan di persidangan nanti. (Loadry Apryaldo)

Editor: Kurniati.

Tags

Terkini

Ojol Grab di Jambi Demo, Sampaikan 3 Tuntutan

Senin, 12 September 2022 | 18:41 WIB

Al Haris Tegaskan Kemudahan Investasi di Jambi

Rabu, 7 September 2022 | 14:05 WIB

Al Haris Launching Kartu Jambi Sehat Program Dumisake

Selasa, 6 September 2022 | 11:55 WIB

Kapolres Sarolangun Beri Motivasi GMS

Minggu, 4 September 2022 | 13:48 WIB

Pemprov Jambi Terima Penghargaan BKN Award 2022

Jumat, 2 September 2022 | 22:09 WIB

Polda Jambi Tangkap 133 Pelaku Perjudian

Selasa, 30 Agustus 2022 | 09:43 WIB
X