• Kamis, 1 Desember 2022

Erick Thohir Minta Media Siber Turut Serta Jaga Demokrasi

- Senin, 1 Agustus 2022 | 22:35 WIB
 Erick Thohir saat menyampaikan sambutan secara virtual di hadapan peserta Rapimnas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Ruang Banda, Hotel Borobudur, Senin 01-08-2022.jpeg (Istimewa)
Erick Thohir saat menyampaikan sambutan secara virtual di hadapan peserta Rapimnas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Ruang Banda, Hotel Borobudur, Senin 01-08-2022.jpeg (Istimewa)

Orbid.id — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengemukakan, demi menjaga demokrasi yang bercirikan kebebasan berpendapat dan kebebasan pers, pengelola ruang redaksi media massa perlu menarik garis yang tegas antara informasi bohong dan informasi faktual.

Terlebih lagi saat ini teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan akses masyarakat pada informasi di ruang digital semakin cepat dan luas. Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas perusahaan pers khususnya media siber.

 “Saya percaya bahwa kita senantiasa memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan kualitas media siber di Indonesia, terutama mengingat semakin majunya perkembangan teknologi dan digitalisasi di Indonesia yang membuat akses untuk masyarakat terhadap media siber menjadi semakin mudah dan luas,” ujar Erick Thohir saat menyampaikan sambutan secara virtual di hadapan peserta Rapimnas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Ruang Banda, Hotel Borobudur, Senin (1/8/2022)

Erick juga mengatakan, Kementerian BUMN yang dipimpinnya selalu berkomitmen untuk mendukung prinsip kebebasan pers maupun kebebasan berpendapat di media siber.

Baca Juga: 1 Agustus, Para Pemilik Media Siber se Indonesia akan Berkumpul di Jakarta

“Saya percaya dan mengakui kedua prinsip tersebut merupakan satu tarikan nafas dengan semangat demokrasi,” ujar Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini.

 Namun di sisi lain, dia menambahkan, tidak dapat dipungkiri selalu ada pihak yang berupaya memanfaatkan kebebasan dalam demokrasi untuk kepentingan diri sendiri.

“Mereka menggerogoti demokrasi melalui informasi yang sangat kejam, hoax, fitnah, dan provokasi,” sebutnya.

Erick Thohir mengingatkan, agar masyarakat pers nasional, terutama pengelola media siber, ikut menjaga demokrasi dengan menghadirkan informasi yang memenuhi prinsip check and balances.

Halaman:

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Makna Logo ASEAN INDONESIA 2023

Kamis, 24 November 2022 | 20:46 WIB

3 Isu Prioritas dalam Pertemuan ASEAN di Tahun 2023

Kamis, 24 November 2022 | 20:19 WIB

Data Aplikasi PeduliLindungi Diretas Hacker Bjorka

Jumat, 18 November 2022 | 14:29 WIB
X