• Rabu, 28 September 2022

Digitalisasi Aksara Nusantara Sebagai Bentuk Pelestarian Aksara Lokal

- Kamis, 8 September 2022 | 23:07 WIB
Aksara Nusantara merupakan ragam tulisan oleh masyarakat Indonesia. Tercatat ada 718 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian BPPB. (Berita Nusra)
Aksara Nusantara merupakan ragam tulisan oleh masyarakat Indonesia. Tercatat ada 718 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian BPPB. (Berita Nusra)

 

Orbid.id - Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia tidak hanya tentang adat istiadat saja, namun juga beragam tentang aksara. Keberagaman aksara ini disebut dengan Aksara Nusantara.


Aksara Nusantara merupakan ragam aksara atau tulisan tradisional yang digunakan oleh masyarakat di wilayah Nusantara. Istilah ini merujuk pada aksara-aksara abugida turunan Brahmi yang digunakan oleh masyarakat Indonesia pada masa pra-kemerdekaan.


Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) mencatat bahwa ada 718 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah tersebut berdasarkan hasil verifikasi dari penelitian dan pemetaan bahasa daerah yang dirintis sejak 1992 hingga 2019 oleh BPPB, lembaga yang bernaung dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Dari laman tersebut, dikatakan bahwa Papua saja memiliki 428 bahasa daerah yang dituturkan warga setempat. Salah satu unsur dalam bahasa daerah tadi adalah dialek dan aksara untuk penulisan kosakata.


Bukti tertua dari tulisan aksara adalah dengan ditemukannya yupa-yupa pada prasasti mengenai upacara waprakeswara, yang diadakan oleh Raja Mulawarman, Raja Kutai di Kalimantan Timur. Tulisan pada yupa-yupa tersebut menggunakan bahasa aksara Pallawa dan bahasa sansekerta. Dari penelitian, para ahli menyimpulkan bahwa yupa-yupa tersebut dibuat pada abad ke-4.


Sejak abad ke 15, aksara Nusantara mengalami perkembangan pesat ditandai dengan beragamnya aksara yang digunakan untuk menulis berbagai bahasa daerah hingga kemudian penggunaannya mulai tergeser oleh abjad Arab dan alfabet latin. Penggunaan aksara Nusantara berkurang sejak pertengahan abad ke 20 dan hanya diterapkan pada konteks terbatas.


Pada saat ini terdapat dua belas aksara daerah yang merupakan bagian dari kekayaan kesusastraan dan budaya Indonesia. Ke-12 aksara lokal tersebut adalah aksara Jawa, Bali, Sunda Kuno, Bugis atau Lontara, Rejang, Lampung, Karo, Pakpak, Simalungun, Toba, Mandailing, dan Kerinci (Incung).


Di Papua, meski memiliki 428 bahasa daerah, namun pada kenyataannya tidak memiliki aksara lokal. Sebuah upaya dilakukan dengan menyusun sistem aksara dengan menggunakan bahasa Tobati yang digunakan oleh masyarakat di sekitar Jayapura.

Halaman:

Editor: Kurniati.

Tags

Terkini

Shrinkflation Sebagai Strategi Hadapi Inflasi

Kamis, 8 September 2022 | 23:24 WIB

Pentingnya Keberadaan Ladies Parking

Minggu, 4 September 2022 | 23:55 WIB

77 Tahun PMI, Berikut Sejarah Berdirinya PMI

Sabtu, 3 September 2022 | 20:13 WIB

Telkom Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan

Selasa, 23 Agustus 2022 | 22:36 WIB
X